Inklusi Keuangan bagi Para Mama: Sang Pahlawan Keluarga

“Biar tangan Mama tidak capek karena membuat roti sendirian, Mama sudah mandi dari jam 2 pagi biar segar kembali. Tidak ada pakai air panas, pakai air dingin biar segar!”

Itu adalah percakapan saya dengan Mama Bila, Januari tahun lalu di Kota Ambon. Suami Mama Bila masih hidup, hanya saja beliau terkena penyakit yang tidak bisa membuatnya bebas beraktivitas. Oleh karena itu, Mama Bila pun menjadi tulang punggung keluarga. Sehari-hari, Mama Bila membuat roti untuk dijual dengan sedikit bantuan tenaga dari suaminya. Roti buatan Mama Bila laku keras. Banyak orang dari Ambon yang sengaja datang ke tempat Mama berjualan. Meski saya datang masih tergolong pagi, sudah tidak ada roti yang tersisa untuk saya beli.

Mama Bila bercerita dengan antusias tentang usahanya. Saya perhatikan, usianya sudah tidak muda namun semangatnya sangat menggebu-gebu. Mama bercerita dengan penuh senyum yang tanpa terasa juga menularkan perasaan bahagia kepada saya.

Ibu Sami, Mitra Usaha Amartha. Sumber dari Amartha

Setelah dari Mama Bila, saya bertemu dengan Mama Edah. Dari perawakan, Mama Edah berbeda dengan Mama Bila. Badannya cukup kecil dan usianya sepertinya jauh lebih muda. Mama Edah juga bercerita tentang keluarganya, Tidak dengan cara yang menggebu-gebu seperti Mama Edah tetapi cukup membuat hati saya bergetar.

Mama Edah harus membesarkan anak-anaknya sendiri karena sudah tidak ada suami. Meski tinggal di Ambon, Mama Edah merupakan penduduk asli Banda Neira sehingga beliau pun jauh dari sanak keluarga.

Setiap hari, Mama Edah berjualan nasi kuning di tempat tingalnya. Ia sudah menyiapkan nasi kuning dari pukul tiga pagi. Mama Edah sangat berjuang agar anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Dan hasilnya, ketika saya datang Mama Edah menceritakan dengan bangga bahwa anaknya baru saja lulus dari sebuah akademi, tanpa perlu membayar uang seratus juta.

Dua Mama tersebut merupakan beberapa mama yang saya temui di Ambon, Maluku, Januari 2019 lalu. Mereka merupakan beberapa orang yang mendapatkan bantuan zakat untuk mengembangkan usaha mikro mereka. Dan saat itu, saya ke sana untuk mewawancarai mereka. Mencari tahu bagaimana dampak zakat yang diberikan kepada usaha mereka.

Amartha 10 Tahun Kuatkan UMKM di Desa (sumber foto: Amartha)

Di Indonesia, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memang menjadi sector yang banyak menyerap lapangan kerja. Sumbangan dari sector UMKM kepada Produk Domestik Bruto (PDB) negeri ini pun tidak sedikit.  Sayangnya, pendanaan UMKM di Indonesia masih terbatas. Padahal, dengan akses pembiayaan yang baik, mereka bisa meningkatkan usaha mereka. Lihatlah Mama Bila dan Mama Edah, modal yang diberikan kepada mereka bisa dikembangkan menjadi usaha mikro untuk menghidupi mereka sehari-sehari.

Namun, di satu sisi wajar mereka belum bisa mendapatkan akses pembiayaan dari lembaga keuangan seperti bank. Sebab, secara profil mungkin mereka belum bisa masuk di dalam kategori yang bisa diberikan pembiayaan untuk usaha. Bank sendiri, terikat dengan prinsip kehatian-hatian mereka, karena yang uang yang mereka salurkan merupakan titipan dari nasabah yang sewaktu-waktu dapat diambil.

Oleh karena itu, untuk membantu UMKM maka peer to peer lending (P2P Lending) sangat dibutuhkan. Melalui lembaga tersebut, akses pembiayaan yang lebih luas dapat menjangkau banyak UMKM Indonesia dan membuatnya semakin berkembang. Mungkin saat ini usaha yang dimiliki hanya bisa menghidupi satu keluarga. Tetapi dengan semakin berkembangnya usaha tersebut, bisa jadi akan semakin banyak orang-orang yang mendapatkan pekerjaan.

Sebelum dibahas lebih lanjut, mungkin ada yang bertanya-tanya. Apa sih sebenarnya P2P Lending itu? Jadi, investasi P2P lending adalah sebuah jasa keuangan yang mempertemukan langsung antara peminjam dan pemberi pinjaman. Dengan begitu, pemberi pinjaman dapat mengetahui secara jelas seperti apa usaha yang dilakukan oleh peminjam,

Berbicara mengenai perusahaan P2P Lending Indonesia, tentu tidak akan lepas dari nama besar Amartha Dengan pendekatan P2P Lending, Amartha juga memberikan dampak sosial yang sangat nyata bagi para pelaku usaha kecil. Bagi para investor, Amartha juga menjadi jawaban untuk investor muda yang ingin mulai berinvestasi sekaligus ingin membantu orang-orang yang membutuhkan.

Nah, jika kamu termasuk salah seorang investor pemula yang sedang mencari tempat untuk berinvestasi, maka Amartha sangat layak untuk dijadikan pilihan tempat melakukan investasi online. Setidaknya, ada 4 alasan mengapa kamu harus memilih Amartha.

Pionir Financial Technology di Indonesia

Pionir P2P Lending di Indonesia (sumber foto: Amartha)

Di tahun ini, Amartha genap berusia 10 tahun. Saat berdiri di tahun 2010 silam, Amartha merupakan pionir dari lembaga financial technology (fintech). Bank Indonesia mendefinisikan fintech sebagai gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi, sehingga transaksi jarak jauh dapat dilakukan dalam hitungan detik. Dalam kaitannya dengan Amartha, lembaga ini menghubungkan banyak pemberi pinjaman kepada orang-orang yang membutuhkan pinjaman untuk membiayai usahanya. Hingga saat ini, tercatat sudah ada Rp2,77 T pendanaan yang disalurkan. Lebih rincinya lagi, ada 560.642 pengusaha mikro yang telah diberdayakan dengan persentase pembayaran lancar adalah sebesar 92.27. Artinya, jumlah pembiayaan macet di Amartha kurang dari 8%.

Teknologi Skor Kredit dengan Pendekatan Machine Learning

Skor Kredit yang Dilakukan Amartha (sumber foto: Amartha)

Kamu bisa memilih sendiri usaha mikro mana yang akan kamu biayai, sesuai dengan profil risiko kamu. Jika kamu pernah mendengar high risk high return, maka hal ini juga berlaku di Amartha. Jika kamu memilih untuk membiayai usaha dengan risiko yang tinggi maka return  yang kamu dapatkan pun akan tinggi.

Tetapi, kamu tidak perlu khawatir dengan risiko yang ada. Hal tersebut wajar dalam sebuah investasi. Namun, Amartha sendiri sudah melakukan skoring kredit dengan pendekatan machine learning. Tidak hanya usaha yang dianalisis tetapi juga kepribadian dari calon penerima pinjaman. Kamu bisa memilih usaha yang akan dibiayai mulai dari grade A hingga E.

Dampak Sosial yang Nyata

Dampak Sosial yang Menjadi Target Amartha (sumber foto: Amartha)

Kapan lagi sih, kamu bisa berinvestasi yang memberikan imbal hasil ekonomi kepada kamu, tetapi juga memberikan dampak sosial yang luas kepada orang yang kamu bantu? Dengan berinvestasi di Amartha, bersama-sama kamu akan menjadi Pejuang Kesejahteraan Desa dengan  membantu banyak para mama yang menjadi tulang punggung keluarganya. Masih ingat dengan cerita pertemuan saya dengan para mama di atas? Nah, kamu pun juga bisa berperan membantu mereka dengan dana yang kamu salurkan lewat Amartha. Apalagi, fokus Amartha memang memberikan bantuan kepada para wanita. Sehingga, lewat Amartha akan lahir banyak para mama pejuang untuk keberlangsungan keluarganya.

Aman secara Hukum dan Syariah

Amartha Raih Fintech Syariah Terbaik di Anugerah Syariah Republika 2019 (sumber foto: Amartha)

Nah, tentu kamu sudah tahu kan bahwa banyak sekali investasi bodong yang akhir-akhir ini marak terjadi. Tetapi tenang saja, Amartha ini merupakan fintech resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga dana kamu sudah pasti aman,

Dan buat kamu yang tidak ingin berinvestasi di lembaga yang menggunakan bunga, Amartha sudah menjalankan lembaganya sesuai syariah. Bahkan, ada produk syariah khusus yang ditawarkan untuk membuat kamu merasa lebih nyaman. Produk ini juga sudah memiliki dewan pengawas Majelis Ulama Indonesia. Sehingga dengan berinvestasi di sini, in syaa Allaah akan nyaman dunia akhirat deh.

Nah itulah 4 alasan mengapa kamu harus berinvestasi di Amartha. Tentu masih banyak hal menarik lainnya yang ditawarkan oleh Amartha dan bisa langsung kamu cek di website mereka di sini. Ingat, dengan berinvestasi di Amartha kamu telah turut serta membantu inklusi keuangan di Indonesia. Selain itu, dengan berinvestasi berarti dalam lingkup yang lebih kecil kamu telah bijak dalam mengelola keuangan pribadi karena sudah mulai berinvestasi. Dalam lingkup yang sedikit lebih besar, kamu juga sudah membantu orang-orang yang ingin berusaha tetapi terkendala dana. Akan ada banyak mama seperti Mama Bila dan Mama Edah yang bisa kamu bantu menjadi pahlawan di keluarganya. Dan dalam lingkup yang jauh lebih besar, melalui Amartha kamu juga sudah membantu perekonomian Indonesia.

Jadi, kapan kamu akan mulai berinvestasi di Amartha?

 

11 Alasan Meminang realme narzo 20 Series di 11.11

Akhir tahun biasanya jadi masa yang menarik untuk berbelanja, karena pada saat itu berbagai brand maupun platform penjualan berlomba membuat promo. Ini bisa jadi momen bagus bagi konsumen untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan harga spesial. 

Apalagi di masa pandemi ini kita dituntut untuk semakin cermat dalam membelanjakan uang. Pilah-pilih mana yang lebih prioritas agar bisa tetap survive sampai pandemi ini berakhir. Jadi, tidak heran kan kalau saat berbelanja value for money yang paling tinggi juga menjadi pertimbangan?

Bagi saya, hal tersebut juga termasuk berbelanja peralatan elektronik, khususnya gadget. Dipikir-pikir, kurang dari dua bulan lagi kita sudah akan berganti tahun. Saat melihat gadget yang dimiliki, saya berpikir bahwa sudah waktunya untuk menggati ponsel karena usianya yang sudah tiga tahun.

Di dalam kondisi yang biasa saja, saya merasa ponsel saya sebenarnya masih cukup layak digunakan. Tetapi akibat disrupsi teknologi yang terjadi pada kehidupan sehari-hari, terutama pasca penetapan PSBB, mau tidak mau ponsel dengan kualitas mumpuni menjadi penting untuk dimiliki. Bagaimana tidak, semua aktivitas berubah menjadi daring. Mulai dari sekolah, bekerja, dan bercengkrama bersama teman-teman.

Tentu, ada sisi positifnya. Karena semua hal tersebut bisa dilakukan secara mobile dari rumah. Risiko terpapar COVID-19 pun menjadi semakin berkurang. Namun, saya pun jadi merasa bahwa perangkat yang lebih mumpuni tentu diperlukan untuk menunjang semua kegiatan tersebut.

Saya jelas merasa butuh ponsel yang bertenaga, sehingga bisa melakukan multitasking tanpa kewalahan. Seiring meningkatnya screen time, juga harus didukung layar yang nyaman. Tapi semua itu, pasti harus disesuaikan dengan budget. Menurut saya, terlalu mustahil mendapatkan ponsel berkualitas bagus tapi dengan harga murah.

Tapi itu sebelum saya berkenalan dengan realme narzo 20 Pro yang merupakan series realme narzo yang bikin orang banyak jatuh hati. Setelah saya lihat banyak ulasan youtuber dan artikel yang membahas ponsel ini, ada 11 alasan kuat yang bisa dijadikan alasan untuk meminang realme di November ini.

1. realme: Favoritnya Anak Muda

realme narzo 20 Pro – Black Ninja

realme Narzo 20 Pro  yang diluncurkan tanggal 5 November 2020 lalu merupakan salah satu produk yang dirancang oleh perusahaan realme. Brand yang satu ini memang terkenal sebagai tech trendsetter dan merupakan brand favoritnya anak muda. Hal tersebut memang bukan omong kosong belaka. Meski baru berumur 2 tahun, tapi sepak terjang dari realme tidak bisa dipandang sebelah mata. Salah satu komitmen realme adalah ingin menjadi tren teknologi anak muda yang dibuktikan dengan produk smartphone dan AIoT yang super canggih. Perusahaan yang memiliki karakter Muda, Nyata, Bergaya, dan Luar Biasa ini memang berhasil meraih banyak hati masyarakat di dunia. Buktinya saja,  di Juni 2020 ini pengguna realme mencapai 35 juta di seluruh dunia dengan pertumbuhan penjualan sebesar 157% atau menduduki peringkat pertama di dunia. 

2. 90 Hz Ultra Smooth Display

90 hz Ultra Smooth Display

Sehubungan dengan perubahan beberapa pola keseharian, saya merasakan peningkatan screen time yang cukup signifikan. Maka faktor display pada sebuah ponsel merupakan hal penting untuk dipertimbangkan. realme narzo 20 Pro menjawab kebutuhan tersebut dengan menggunakan layar IPS Panel berukuran 6’5 inci dengan resolusi 2400×1080 FHD+ dan tingkat kecerahan 480 nits. Layarnya hadir dalam rasio 20:9 dan rasio screen-to-body 90,5%.

Yang menjadi pembeda dengan ponsel di level yang sama adalah refresh ratenya sebesar 90 Hz. Refresh rate adalah suatu ukuran kecepatan layar dalam memperbaharui gambar. Ini berarti realme narzo 20 Pro mampu menghasilkan 90 frame per detik, 50 persen lebih tinggi dibandingkan layar 60 Hz konvensional.  Semakin tinggi tingkat refresh rate maka semakin tajam dan mulus grafik yang ditampilkan. 

Tentunya, kita bakal semakin betah saat kita menggulirkan menu ataupun pilah pilih barang di platform jual beli online. Apalagi untuk urusan hiburan seperti main game dan nonton. Tidak sekedar untuk kenyamanan mata, refresh rate secara tidak langsung bisa memaksimalkan respon kita saat bermain game. 

3. Baterai Besar dengan Superdart Charging 65W

Superdart realme narzo 20 Pro

Siapa yang sering khawatir kehabisan baterai ponsel apalagi saat berada di luar rumah, dan termasuk tim pembawa power bank?. Bisa bikin mati gaya, tentunya. Anti mati gaya dengan realme narzo 20 Pro yang menggunakan kapasitas baterai 4500 mAH.

Selain didukung dengan baterai kapasitas besar, realme narzo 20 pro ini dibekali charger dengan kecepatan super dahsyat yaitu 65 W. Pengisian penuh baterai realme narzo 20 pro ini diklaim cukup memakan waktu 38 menit saja. Baru realme yang baik hati memberikan pengisian secepat ini di segmennya.

Bahkan realme memberikan klaim pengisian dalam tiga menit saja dapat digunakan untuk menelepon hingga 5,7 jam atau memainkan tiga ronde permainan atau mendengarkan musik hingga 10 jam.

4. Chipset Terbaru

Mediatek Helio G95

Mediatek Helio G95 adalah pilihan realme pada ponsel narzo 20 pro kali ini. Chipset ini baru diperkenalkan di september 2020, dan realme Narzo 20 pro merupakan ponsel debut yang menggunakan chipset ini. Seperti inisialnya, chipset dengan huruf G ini diperuntukkan untuk ponsel gaming premium.

Chipset ini menggabungkan dua core Cortex-A76 berkinerja tinggi hingga 2.05GHz dan enam core Cortex-A55 efisiensi tinggi hingga 2GHz. Untuk performa grafis, GPU-nya menggunakan Mali-G76 MC4 yang kecepatannya hingga 900MHz. Kombinasi tersebut akan menjadikan realme narzo 20 pro menjadi ponsel yang bertenaga. 

Selain itu, ponsel ini juga dilengkapi sistem pendingin yang memiliki peningkatan kinerja pendingin sebesar 8,6% sehingga membuat ponsel tetap bisa bekerja dengan performa terbaiknya. Dalam uji antutu benchmark, realme narzo 20 Pro memiliki skor hingga 310 ribuan. Termasuk memiliki skor tinggi di kelasnya.

5. Desain untuk Pemenang

V untuk Victory Design

Banyak ponsel saat ini memiliki bobot yang cukup berat. realme narzo 20 Pro masih memiliki bobot 191 gram yang membuat dia masih tetap nyaman digenggam maupun  digunakan satu tangan. Secara ukuran dia serupa dengan series realme 7 yaitu berdimensi 162.3 x 75.4 x 9.4 mm (6.39 x 2.97 x 0.37 in)

Keunikan terletak pada desain back cover. Terdapat pola berbentuk tanda panah sebagai pengejawantahan dari konsep V for Victory. Memiliki material polycarbonate, realme memberikan lapisan khusus yang membuat back cover memantulkan cahaya. Terlihat glossy sekaligus elegan. Kita bisa memilih dua varian warna yaitu White Knight dan Black Ninja.

6. Kamera untuk Menangkap Berbagai Pengalaman

Quad Camera realme narzo 20 Pro

realme narzo 20 Pro menggunakan quad camera yang memberikan kita pilihan menangkap momen dalam berbagai gaya dan sudut pandang. Kameranya terdiri dari 48 MP kamera utama, 8 MP Kamera ultra wide angle 119 derajat , 2 MP masing-masing untuk lensa potrait B & W dan lensa makro. 

Untuk kamera utama bisa mengambil foto hingga 6000*8000 foto beresolusi tinggi dan merekam video hingga resolusi 4K. Bagi kamera ultra wide angle bisa merekam video hingga FHD 30 fps. Dalam perekaman video, kamera realme narzo 20 Pro telah didukung stabilizer. Apabila kita membutuhkan stabilisasi yang lebih lagi, kita bisa menghidupkan fitur ultra steady dan ultra steady max. Terdapat pula fitur perekaman  dengan mode slow motion

Bagi penyuka selfie, akan diakomodir dengan kehadiran in display selfie camera 16 MP Sony IMX 471. Hasilnya tentu akan terasa memuaskan. Kitapun bisa menggunakan fitur face unlock untuk kemanan perangkat ponsel kita

7. Sistem Operasi

realme UI Berbasis Android 10

Sistem operasi pada realme narzo 20 pro menggunakan realme UI 1.0 berbasis android 10. Sesuai kabar beredar realme narzo 20 pro akan mendapatkan pembaharuan sistem operasi realme UI 2.0.

realme UI 2.0 ini memiliki beberapa fitur yang menarik. Kita bisa melampiaskan kreatifitas kita dan membuat tampilan layar makin personal dengan melakukan kustomisasi tampilan baik desain ikon, tema warna, bentuk tulisan, dan lain sebagainya.

Selain itu ada peningkatan dalam fitur keamanan, dimana kita bisa menjaga kewenangan tiap aplikasi tetap berada dalam kontrol kita termasuk mencegah aplikasi untuk mengambil data personal, dan menjaga keamanan data transaksi.

realme UI 2.0 juga mendukung fitur Floating dan Mini Window, hanya dengan melakukan swipe kita bisa menikmati dua aplikasi secara bersamaan. Terdapat pula fitur sleep mode yang diadopsi dari sistem kesehatan digital dimana mengurangi intensitas cahaya biru yang membuat kita tidur lebih baik.

8. Kapasitas Penyimpanan

Memory realme narzo 20 Pro

realme narzo 20 pro hadir dengan satu pilihan kapasitas penyimpanan yaitu 128 gb. Kapasitas ini sesungguhnya sudah memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi kitapun masih dimungkinkan menggunakan memori tambahan berkat hadirnya slot khusus bagi memory card. Kita bisa menambahkan kapasitas penyimpanan hingga 256 gb. Hal tersebut bisa kita lakukan tanpa mengorbankan slot sim card, karena realme narzo 20 pro hadir dengan tiga slot kartu yaitu dua untuk nano sim dan satu untuk kartu memori

9. Value for money

realme narzo 20 Pro

Dengan semua spesifikasi yang tadi sudah disebutkan, pasti kamu berpikir harga ponsel ini akan mahal sekali. Tetapi tenang, realme sebagai Tech Trendsetter ini selalu sayang dengan konsumennya dan memberikan harga yang murah untuk kualitas yang tinggi. Untuk realme narzo 20 Pro ini, harga yang ditawarkan adalah Rp 3.199.999. Dan tahukah kamu, salah satu youtuber Main Lagi bahkan berkata bahwa jika ponsel ini dijual dengan harga 4 juta, dia masih mau membelinya, loh! Karena memang untuk spesifikasi yang ada harga yang ditawarkan pun sudah murah banget. 

Untuk realme narzo 20, harga yang ditawarkan juga murah banget cuma Rp 2.199.999 saja. Bayangkan, jika ponsel ini digunakan untuk jangka waktu 2 tahun saja, sebenarnya uang yang dihabiskan sehari itu hanya Rp3.055 saja. Jauh lebih murah dari sebungkus cilok yang harganya Rp5.000.

10. Layanan Purna Jual

Layanan Purna Jual yang Sempurna dari realme

Setelah membeli gadget, bisa jadi ada perbaikan ringan yang mungkin dibutuhkan ponsel kita. Entah karena tidak sengaja masuk air, ataupun misalnya layar yang pecah karena tidak sengaja terbanting. Hal yang sering menjadi momok adalah bayangan mahalnya biaya jika harus memperbaikinya di tempat resmi. Atau bisa jadi juga, sulitnya mencari lokasi service resmi di tempat kita tinggal.

Menyadari hal tersebut, realme benar-benar memanjakan pelanggannya dengan memberi kemudahan saat kita membutuhkan layanan purna jual. Selain memang lokasinya yang banyak tersedia, kita juga bisa meminta agar ponsel tersebut dijemput langsung ke depan pintu rumah. Cukup menelpon ke realme Contact Center di 021-2235 6666 dan ponsel kita akan dijemput untuk diperbaiki. Tidak ada biaya tambahan untuk penjemputan tersebut. Dan kita juga bisa membayarnya secara Cash on Delivery saat ponsel selesai diperbaiki.

11. Promo 11.11 Salebration 

11.11 Salebration

realme memang sangat jeli dalam memasarkan produknya. Bagaimana tidak, agar para penggemar realme bisa mendapatkan ponsel ini dengan mudah, kita tidak perlu bersusah payah keluar. Cukup hanya dengan membuka website realme atau marketplace untuk melakukan pembelian realme series narzo ini. Sangat membantu kita untuk menghemat waktu dan tenaga, apalagi di masa pandemi seperti ini.

Ada tiga pilihan website yang bisa kamu pilih, yaitu realme, Lazada, dan Shopee. Tidak tanggung-tanggung, salebration di tanggal 11.11 ini menawarkan diskon hingga 50%. Penawaran untuk pembelian narzo series ini juga sangat menggiurkan. Misalnya saja, untuk narzo 20 Pro, dari harga Rp3.399.000 menjadi Rp3.199.000 dan tidak hanya itu saja, ada tambahan voucher Rp100.000 serta realme buds wireless yang bisa didapatkan secara cuma-cuma.

realme narzo 20

Budget yang dimiliki kurang dari 2 juta? Tenang, masih ada realme narzo 20 yang harganya turun drastis dari Rp2.199.000 menjadi Rp1.999.999 di salebration 11.11 ini. realme narzo 20 ini juga memiliki spesifikasi yang menarik dengan prosessor MediaTek Helio G85, kapasitas baterai 6000 mAH dengan pengisian cepat 18 W dan layar seluas 6,5 inci dan dukungan triple camera dengan komposisi 48 MP kamera utama, 2 MP lensa makro, dan 8MP lensa ultra wide 119 derajat dan kamera selfie 8 MP.

realme Watch S

Bagi yang ingin memiliki aksesoris lainnya dari realme, kesempatan salebration ini juga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya karena AIot series realme pun juga turun harga yang pasti bikin kamu melongo tidak percaya. Bayangkan, dengan harga setengah mangkok bakso, atau hanya Rp11.000 kamu sudah bisa mendapatkan realme AIoT Next Gen Package yang terdiri dari realme Watch S, realme Buds Air Pro, realme Smart Cam 360 dan realme M1 Sonic Electric Brush. Padahal, harga normal dari realme AIoT Next Gen Package adalah Rp3.896.000. Menang banyak kan kalau memanfaatkan salebration 11.11 ini?

Sungguh saya tidak habis pikir bahwa ada brand yang seberani ini dalam memberikan kualitas ponsel yang tinggi tetapi harga yang benar-benar terjangkau. Tidak hanya itu saja, realme juga benar-benar memperhatikan dengan baik kebutuhan konsumennya, mulai dari pemasaran secara daring yang sangat tepat dalam kondisi seperti ini, layanan purna jual yang sangat memudahkan, hingga diskon besar-besaran di salebration 11.11 bulan ini. Menurut saya, dengan semua kelebihan tersebut tidak heran sih kalau realme menjadi brand favoritnya anak muda. 

Nah, kalau kamu sendiri, produk realme leap to next gen mana yang akan dipinang pada 11.11 salebration ini?

Balasan Kasih untuk Ibu

Sumber: tribunnews.com

Menyajikan sebuah pesan ke dalam sebuah layar kaca memang bukan pekerjaan yang mudah. Apalagi jika film tersebut berdurasi hanya hitungan menit. Tetapi, siapa sangka, sebuah cerita tentang Lemantun (lemari, Bahasa Jawa) yang berdurasi singkat ini menjadi sebuah kisah yang memiliki sarat makna? 

Film dibuka dengan adegan seorang ibu berkumpul dengan kelima orang anaknya. Sang ibu hendak mewariskan sebuah lemari yang ia beli di setiap momen kelahiran anaknya. Lewat kertas undian berisi nomor lemari, ibu ingin lemari itu dibawa oleh setiap anak ke rumah masing-masing.

Memuliakan Ibu

Tak ada yang bermuka masam apalagi mengajukan protes ketika sudah jauh-jauh diminta pulang ke rumah induk ternyata untuk memboyong lemari tua ke kediamannya masing-masing. Bahkan sang ibu tidak ingin menunda barang seharipun. Ini membuat anak-anaknya kelimpungan untuk segera mencari angkutan di pedesaan. 

Mereka melaksanakan titah Ibu dengan sungguh-sungguh. Ada yang menggunakan mobil pribadi, maupun menyewa kendaraan pengangkut. Meski kemudian, beberapa dari lemari-lemari tersebut bernasib miris. Ada yang teronggok bersama barang tak terpakai di gudang, atau terpajang sebagai barang jualan. Padahal, lemari tersebut memiliki banyak kenangan dan nilai berharga sebagai warisan Ibunda. 

Tapi sang sutradara sesungguhnya membawakan sudut pandang cerita yang realistis. Sebagai seorang dewasa adakalanya kita menjadi pragmatis dan melihat sebuah benda hanya dari nilai materialnya. Memori yang pernah tersimpan dalam benda tersebut dirasa tidak lagi relevan di masa kini. 

Sedikit banyak adegan ini membuat hadir dua perasaan sekaligus: miris namun kagum. Miris karena ternyata, mereka tega membuang lemari yang diberikan oleh ibunya. Kagum karena, meskipun mereka berpendidikan tinggi tetapi mereka tidak lupa menunjukkan sopan santun kepada ibunya. Tidak ada penolakan apapun saat ibu mereka mewarisi sebuah lemari tua. Sebuah penghormatan dari seorang anak, yang memang wajar diberikan kepada sang ibu.

Tinggal Bersama Orangtua, Memalukankah?

“Tri, eling lho. Ibu ki wis sepuh , ojo nambahi beban pikirane”

(Tri, ingat lho. Ibu sudah tua, jangan menambahkan beban pikirannya)

Begitu lah ungkapan kakak tertua kepada Tri. 

Di awal film saat pengundian berlangsung kita bisa menyimak semua orang duduk di kursi, kecuali Tri. Padahal, Tri adalah anak ketiga. Sebagai yang lebih tua seharusnya ia ikut duduk di kursi. 

Kejanggalan ini perlahan terjawab. Dari pakaian Tri yang mencolok dengan kaus bernodanya dibanding saudaranya yang berbaju necis. Obrolan saudaranya membanggakan profesi masing-masing, dan Tri dari posisi jongkoknya menatap penuh antusias dan kagum pada saudara lainnya.

Akhirnya kita memahami secara ekonomi memang Tri lebih tak berdaya dibanding saudaranya. Hanya berjualan bensin eceran, tak memiliki kediamannya sendiri dan masih menumpang di rumah orangtua. Apakah dengan kondisi ini benar Tri adalah sebuah beban bagi sang ibu ?

Justru lewat film ini, tergambarkan bakti yang bisa diberikan oleh Tri dengan tinggal bersama ibunya. Ia bisa membantu ibunya dalam memasak, menemani hidup ibunya yang sudah tua tetapi sendiri. 

Bahkan di akhir cerita, sang ibu yang jatuh di kamar mandi pun bisa terselamatkan berkat Tri yang ada di rumah, tinggal bersamanya. Coba bayangkan, jika saat itu sang ibu hanya sendirian. Mungkin ia tidak bisa selamat dan anak-anaknya akan menyesali kenapa meninggalkan ibu mereka sendiri.

Bentuk berbakti kepada ibu yang telah bersusah payah melahirkan dan membesarkan anak-anak memang bisa bermacam-macam. Tidak ada yang paling benar, pun tidak ada yang salah. Setiap anak punya caranya sendiri-sendiri. Entah itu tetap menampilkan muka bahagia meski tidak butuh lemari pemberian ibu. Atau bahkan, tetap tinggal menemani hari- hari tua sang ibu dengan kesederhanaan, sehingga ibu tidak merasa sendiri.

Berbagi di Era Baru, Sederhana tetapi Membahagiakan

Sekarang sudah memasuki bulan kedelapan saya tidak masuk kantor karena bekerja dari rumah. Semua aktivitas dilakukan secara daring. Meski bekerja dari rumah sangat melelahkan tetapi di satu sisi saya jadi banyak memiliki waktu untuk berkontemplasi. Salah satunya adalah mengenai berbagi.

Paling enggak, saya punya 3 tips berbagi, baik materi maupun nonmateri yang bisa membuat kita semakin Semangat Berbagi di Era Baru. Semuanya sederhana dan bisa kamu lakukan saat berada di rumah.

Keluarga: Tempat Berbagi Utama

Saya menyadari waktu saya dengan keluarga sangatlah sedikit karena bekerja. Apalagi pekerjaan saya sering membuat saya keluar kota, mulai dari hitungan hari hingga lebih dari sepekan. Tidak jarang, saya juga harus lembur. Masuk kerja di hari libur? Aduh, jangan ditanya. Itu kegiatan saya menjelang akhir tahun.

Dengan adanya pandemic ini, saya menjadi punya waktu banyak dengan keluarga. Jika dulu di kantor waktu senggang saya gunakan ngobrol dengan rekan kerja, sekarang justru dihabiskan dengan keluarga.

Saya bisa membantu hafalan quran ponakan, menjadi imam sholat bersama para ponakan, atau sekadar memberikan pelukan di saat saya ingin meregangkan badan saat lelah duduk di depan laptop.

Saya juga bisa berbagi keceriaan dengan membuat kegiatan permainan sederhana saat mereka tidak bisa mudik di idul fitri lalu.Dan hasilnya? Mereka sangat senang. Coba saja lihat video mereka di sini. Melelahkan memang etapi melihat mereka sangat bahagia, saya pun ikut gembira.

Teman, Mereka pun Butuh Perhatian

Tidak sedikit orang-orang yang terpaksa menghadapi pandemic ini sendirian karena jauh dari keluarga. Kegiatan bertemu teman yang biasanya bisa dilakukan dengan mudah kini pun menjadi sulit.Dan sapaan yang tidak memakan waktu banyak lewat daring, bisa menjadi pelipur lara. Di awal pandemic lalu, Saya dan Amel, seorang sahabat saya membuat sebuah kegiatan daring.

Tentu, sudah banyak kegiatan seperti seminar di masa pandemi ini.

Poster kegiatan Sabtu Bersama Kamu dan kiriman dari teman-teman saya

Tetapi Amel memberi usulan kepada saya tentang sebuah kegiatan yang lebih santai. Tujuannya, ingin mengumpulkan orang-orang untuk bisa bersoalisasi. Dan kami pun merealisasikannya dalam sebuah kegiatan Sabtu Bersama Kamu. Kegiatan sederhana, yaitu berbagi cara membuat spageti dari rice cooker. Tetapi hasilnya? Selain menambah kemampuan baru, juga memperluas kenalan.

Selain berbagi ilmu, saya juga sering mendapatkan kiriman dari teman-teman saya. Entah itu dari teman saya yang di luar maupun dalam negeri. Saya sangat terharu loh mendapatkan itu semua. Bukan barangnya, tetapi perhatiannya.

Dan coba bayangkan efek penggandanya. Saat kamu berbagi dengan mengirimkan makanan atau benda, sudah berapa banyak yang kamu tolong. Mulai dari penjual bahan baku, restoran, abang kurir, hingga rasa bahagia dari sang penerima. Kebayang enggak sih, berapa banyak pahala yang didapat?

Berbagi melalui LAZ UCare Indonesia

Mungkin ada yang terbiasa membagikan bantuan secara langsung kepada yang membutuhkan. Tetapi, di masa seperti ini kita memang sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah.

Dan untuk berbagi, serahkan saja donasi kepada kanal-kanal yang terpercaya. Salah satu yang bisa dijadikan rekomendasi untuk membagikan donasi adalah Lembaga Amil Zakat UCare Indonesia atau LAZ UCare Indonesia. Ada beberapa alasan kenapa kamu harus berdonasi di lembaga zakat.

1. Teroganisasi

Saat masih sekolah dulu, di belakang sekolah saya terdapat sebuah pemukiman yang (maaf) agak kumuh. Jadi, orang-orang banyak yang berdonasi di sana. Bagus memang, tetapi hal tersebut menjadi tidak ideal karena ternyata bantuan menumpuk di satu lokasi saja. Dari luar, memang mereka terlihat sangat layak dibantu. Tetapi jika dilihat di dalam rumah, duh perabotannya banyak yang mewah.

Jika kamu berdonasi di lembaga zakat, hal tersebut dapat dihindari. Kenapa? Karena saat akan mendistribusikan bantuan, ada penilaian yang dilakukan. Apakah benar, mereka layak dibantu? Lalu, dengan apa mereka harus dibantu? Apakah dengan bantuan konsumtif, misalnya dengan memberikan kebutuhan primer atau justru dengan bantuan produktif sehingga mereka bisa berdaya dan terentaskan dari kemiskinan?

2. Kelembagaan yang bagus

Di tahun 2019 lalu, LAZ UCare Indonesia ini sempat diukur loh nilai kelembagaannya oleh salah Pusat Kajian Strategis. Hasilnya, nilai kelembagaan LAZ UCare Indonesia mencapai nilai 0,78 atau masuk kategori Baik. Nilai kelembagaan ini diukur dari berbagai macam aspek, misalnya saja dari pertumbuhan pengumpulan dana ZIS, pengelolaan lembaga, penyaluran dana zakat, dan pelaporannya.

3. Banyak pilihan program

Bisa dikatakan LAZ UCare Indonesia memiliki program-program yang sangat bagus. Semua program tersebut juga sangat dibutuhkan di Indonesia.

Tahun 2019 lalu ada 4,3 juta anak usia sekolah atau sekitar 6% dari total anak usia sekolah yang harus berhenti sekolah. Dengan bantuan dari program beasiswa dan madrasah inspirasi dari LAZ UCare Indonesia tentu bisa membantu adik-adik kita untuk tidak putus sekolah.

Program pemberdayaan yang dilakukan oleh LAZ UCare Indonesia juga menjawab masalah kemiskinan yang ada di Indonesia. Sudah banyak loh penelitian yang mengukur dampak zakat terhadap kemiskinan. Enggak percaya? Kamu bisa lihat di jurnal-jurnal bereputasi baik dalam maupun di luar negeri terkait hal ini.

Terakhir, LAZ UCare Indonesia juga memiliki program kesehatan. Lewat program ini, target penerima manfaatnya di tahun 2020 ini mencapai 1856 orang di 12 Kecamatan. Banyak, kan?

4. Sudah sering mendapatkan penghargaan

LAZ UCare Indonesia ini sebenarnya baru berdiri di tahun 2017 lalu. Jika diibaratkan manusia, maka dia masih merupakan balita yang belajar merangkak. Tetapi jangan salah, di usianya yang masih dini ternyata LAZ UCare Indonesia sudah mendapatkan banyak pretasi loh.

Di tahun 2018, LAZ UCare Indonesia mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan yang dimiliki. Lalu, di tahun 2019 LAZ UCare Indonesia mendapatkan 2 penghargaan sekaligus. Pertama, masuk tiga besar pada BAZNAS Award untuk kategori LAZ Provinsi/Kabupaten/Kota dengan Pertumbuhan Pengumpulan ZIS terbaik. Kedua, mendapatkan award dari BAZNAS Jabar Award 2019 dengan kategori LAZ tingkat Kota/Kabupaten terbaik se-Jawa Barat.

5. Berdonasi, semudah membalikkan telapak tangan

Nah ini dia yang sangat keren dari LAZ UCare Indonesia. Kamu bisa berdonasi tanpa keluar rumah dengan cara masuk ke website LAZ UCare Indonesia, atau bisa juga melalui tautan yang ada di instagram resminya. Jika masih bingung, kamu bisa loh langsung bertanya kepada admin LAZ UCare Indonesia.

Nah, itu tadi 3 tips berbagi yang bisa kamu terapkan di masa normal baru ini. Sederhana, tetapi in syaa Allaah akan berdampak besar. Jangan pernah malas berbagi karena kecil bagi kita bisa jadi sangat berdampak bagi orang lain. Dan semoga dengan bantuan yang kita berikan, sekecil apapun itu, Allaah ridha dan segera mengangkat pandemic ini dari dunia ya. Aamiin ya Rabb.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam rangka Lomba Blog LAZ UCare Indonesia 2020.”

Bubar, Jalan: Bekerjasama dalam Perbedaan

Sumber foto: Bubar, Jalan! dari Imdb

Adakah di sini yang rindu dengan upacara bendera di hari Senin? Sebuah hari yang sakral bagi setiap pelajar karena di hari tersebut, mereka wajib berpakaian seragam lengkap. Topi, dasi, pin, ikat pinggang harus terpasang dengan sempurna. Oh iya, tidak lupa juga dengan sepatu yang harus berwarna hitam. Jika tidak lengkap, maka bersiaplah untuk mendapatkan hukuman disiplin.

Nostalgia ini muncul ketika saya menyaksikan Bubar, Jalan karya Gerry Fairus Irsa. Film berdurasi 10 menit 21 detik ini mampu mengingatkan saya kepada masa sekolah. Meski upacara menjadi hal yang rutin, tetapi ada kalanya hal tersebut menjadi menegangkan ketika tiba waktunya diamanatkan menjadi petugas upacara.

Bayangkan, saat menjadi petugas maka kami harus berdiri di tengah terik matahari dan disaksikan seluruh sekolah. Dan dengan apik, semua hal tersebut disajikan dalam Bubar, Jalan.

Pengalaman menjadi pemimpin

Ahong, adalah seorang murid yang terpilih menjadi pemimpin upacara. Film ini menggambarkan kegugupan Ahong sesaat sebelum bertugas. Bahkan sampai sukses membuatnya bolak-balik ke kamar mandi dan membuat teman-teman lainnya menunggu.

Suasana pagi yang terik pun menambah kegugupan Ahong. Sudut pengambilan kamera bergantian, terkadang berposisi sebagai sudut pandang Ahong dan terkadang menyorot Ahong secara fokus. Kedua cara pengambilan kamera ini membantu kita memahami apa yang dirasakan tokoh utama.

Ahong sampai memejamkan mata karena silaunya matahari dan tak sadar bahwa sudah gilirannya untuk maju. Klimaksnya adalah Ahong salah memberikan komando. Alih-alih meminta peserta hormat kepada Bendera Merah Putih, ia malah memberi komando : Bubar, Jalan! Sebuah kesalahan yang diamini oleh para peserta upacara dengan mengambil langkah meninggalkan lapangan.

Jika kamu ada di posisi Ahong, apa yang akan kamu lakukan? Dan jika kamu menjadi teman-teman Ahong yang juga menjadi petugas upacara, apa pula yang kamu lakukan?

Film ini menjadi sangat manusiawi, ketika Ahong diceritakan terpaku dan bingung menghadapi situasi tersebut. Bagaimanapun Ahong adalah seorang anak kecil yang belum tentu siap dengan keadaan luar biasa seperti itu.

Respon teman-teman Ahong yang tidak menertawai atau menyalahkan Ahong cukup mengesankan. Di saat Ahong terpaku, petugas upacara lainnya berusaha membuat suasana kondusif dengan memanggil siswa lain untuk kembali ke lapangan. Dan setelah peserta berkumpul lagi, Ahong pun disadarkan oleh teman-temannya agar kembali melanjutkan tugas hingga akhir.

Mereka menunjukkan bagaimana kerjasama dalam tim seharusnya terjadi. Kesalahan adalah sebuah hal yang wajar dan saat hal tersebut terjadi, maka solusilah yang harus dikedepankan. Alih-alih menyalahkan, mereka saling bahu membahu agar tujuan mereka tercapai: upacara yang berlangsung dengan baik.

Film dengan Sarat Pesan

Sebagai film anak, saya merasa Bubar, Jalan memang memiliki banyak pesan yang mendidik. Selain masalah kerjasama tim yang diangkat, saya melihat sebuah pesan yang seolah-olah ingin diselipkan di dalam film ini, yaitu tentang keberagaman.

Mengapa Ahong menjadi pemimpin?
Sekilas tidak ada yang istimewa rasanya kenapa Ahong yang terpilih menjadi pemimpin upacara. Setiap murid nyatanya berhak dan memungkinkan ditunjuk menjadi petugas upacara.

Ahong memang sedikit terlihat berbeda dari temannya. Berdasar nama panggilan dan sipit matanya bisa tertebak ia keturunan Tiongkok. Tetapi ia bisa mendapat peran yang sangat penting sebagai pemimpin upacara. Untuk mendapatkan posisi tersebut, tidak sembarang murid yang biasanya ditunjuk oleh para guru.

Kisah Ahong beserta teman-teman petugas lainnya mengingatkan saya kepada sebuah iklan yang pernah jaya di masa 90-an. Iklan ini menceritakan tiga anak kecil dengan etnis berbeda yang tumbuh bersama : Acong, Joko dan Sitorus.

Persahabatan tiga tokoh dalam iklan sejalan dengan persahabatan Ahong dan kawan-kawannya. Rasanya menjadi sesuatu yang melegakan, bahwa kita sudah semakin nyaman menerima isu perbedaan. Makin baik apabila sudah bisa tertanam sedari dini (kecil).